Penanganan Stres

06.21



1. Merubah mindset yang ada di dalam kepala Anda seperti: Sadarilah kondisi, keadaan, dan kemampuan diri. Kemudian kenali lingkungan di sekitar, kembangkan dan selalu berfikiran positif, belajar mengatur waktu keseharian, dan jadilah seorang yang proaktif.

2. Menjaga kesehatan dengan cara: Makan secara teratur dan memperhatikan asupan makanan, menghindari stimulan seperti caffeine, nikotin, dan alkohol. Serta tidur dan istirahat yang cukup.

3. Melakukan hal-hal yang menyenangkan seperti: mencari dan menjalani hobi-hobi, mendengarkan musik, menonton film, pergi berlibur, dll.

4. Jalin kehidupan sosial yang baik dengan mencari teman untuk mencurahkan isi hati, dan membina kehidupan percintaan yang harmonis dan sehat.

5. Merangsang keluarnya endorphin, hormon anti stres dengan cara: rutin berhubungan sex yang sehat, tertawa, mengkonsumsi coklat (cocoa), berolahraga, dan mendekatkan diri pada Sang Pencipta.

6. Mengkonsumsi suplemen anti stres seperti: vitamin B, vitamin C, calcium, magnesium, chromium, zinc, alpha lipoic acid, dan Co Q-10. Mereka akan menurunkan kadar cortisol, menekan efek stres di tubuh, serta meningkatkan daya tahan tubuh.

Kondisi Medis Terkait Langsung dengan Stres

1. Penuaan. Hormon stres meletakkan tubuh pada kondisi katabolisme atau penghancuran, yang sudah pasti membuat tubuh lebih tua secara biologis dari umur KTP. Setelah usia lewat 40 tahun, akan terasa bahwa tubuh tidak sekuat di masa 20an, karena paparan cortisol sering terjadi di sepanjang kehidupan.

2. Obesitas dan Penyakit Metabolisme. Cortisol membuat tubuh membakar kalori lebih sedikit, mengurangi kemampuan tubuh membakar lemak, dan membuat tubuh tidak bereaksi terhadap insulin. Sehingga kita menjadi pengkonsumsi kalori dan penumpuk gula dan lemak. Kondisi yang dapat mencetus penyakit metabolisme seperti kencing manis, dislipidemia, hipertensi, dan jantung.

3. Gangguan Sistem Imun. Cortisol menciutkan kelenjar thymus, regulator sistem imun kita yang ujungnya menekan produksi dan fungsi sel darah putih. Reaksi ringannya dimulai dengan alergi, asma, IBS, fibromyalgia, rheumatoid arthritis, sampai mencetus lupus, dan menurunkan kemampuan tubuh melawan kanker.

4. Gangguan Pencernaan. Cortisol meningkatkan produksi asam lambung, menekan produksi enzim-enzim pencernaan, menurunkan kemampuan tubuh menyerap mineral dan nutrisi, sampai menahan tumbuhnya flora normal di usus kita.

You Might Also Like

0 komentar

Popular Posts

Like us on Facebook

Flickr Images