Puisi Romantis

02.15

 
Untold Whisperer
Memerah ujung-ujung jarimu erat dalam genggaman,,,
semburat orange senja mengaburkan pandanganku, namun rasa ini kian enggan beranjak,,,
jangan tinggalkan aku,,,
tak pernah sekalipun hitam menyelimuti niatan hati ini serta menyakitimu ,,,
berdua, interaksi tanpa suara,,,
rentan namun benar-benar asli, anugerah sang ilahi,,,

angin menyelinap, gerai hitam sesekali tersingkir oleh tanganmu, mengalihkan rambutmu dari sepenggal kisah wajahmu ditiap hari-hariku,,, 
tak lagi sama, masih terasa secarik kertas tanda perkenalan kita,
sebelas angka yang mengantar kita kepenghujung perpisahan ini,,,

Tak terhitung berapa kali ekspresi sayangku padamu, dan sambutanmu begitu terpatri,,,
kembali kukerat, hati yang ingin berdusta, dimana menghilang terserap angan,,,
dirimu diriku, berbeda keyakinan,,,

Aku tak ingin kamu berpaling dari apa yang telah selama ini mengajarimu tentang kebaikan,,,
begitu pula sebaliknya,,,
meski tiap sosok mampu berubah arah tanpa mengubah petunjuk arah, namun kompas tetap akan tegar menatap utara, layaknya khatulistiwa rata membelah dunia,,,
maka, kupasrahkan lengkah-langkah keinginan ini untuk menjengkali kenyataan,,,

Kenanglah aku sebagai pengagummu, bukan serpihan hatimu,,,
jangan enggan untuk terkejut,,, sebab akupun kadang tersengat oleh senyumanmu,,,
Bukan aku sengaja menitipkan goresan,,
apalagi membiarkannya terbuka, terjamah udara,,,
setengah nyawa rela kubalut luka, bila dapat meringankan duka,,,

kini, relakanlah kita, aku kamu memilih celah harapan masa depan diantara mereka,,,
menyelinap menggapai mimpi,,,
berlari menorehkan kelopak-kelopak imajinasi, meski sesekali terhimpit sepi,,,

cukuplah begitu, sejenak kurekam senyummu,,,
Lesung pipitmu diujung hariku, yang esok atau lusa belum tentu dapat ku rasakan lagi,,,
kan kusimpas sisanya,,
untuk obati hasrat rindu yang terantuk dinding dalam tak kasat mata, 
hanya untukku,,,
sang pengagummu :)

You Might Also Like

1 komentar

Popular Posts

Like us on Facebook

Flickr Images